Menjadi Bintang: Kiat Sukses Menjadi Artis Panggung, Film dan Televisi

Judul : Menjadi Bintang: Kiat Sukses Menjadi Artis Panggung, Film dan Televisi
Penulis : Eddie Karsito
Penerbit : Ufuk Press
Tahun Terbit : 2008

Gambar Sampul

Buku ini saya beli karena :
1. Lagi obralan di gramed
2. Sampulnya luks, kemasan mirip ensiklopedia
3. Tertarik dengan “proses bisnis” dunia broadcasting

Padahal saya termasuk di antara berjuta-juta😥 rakyat Indonesia yang miris melihat “kemajuan” dunia perfilman Indonesia yang semakin canggih dalam menayangkan artis karbitan yang diproduksi semirip mungkin ala K-pop, film bertema misteri( karena adegan mesumnya nanggung, sehingga jadi misteri bagi penikmatnya) yang semakin GARING ide ceritanya hingga kisah kasih di sekolah (meminjam istilah dari Chrisye) yang entah kenapa rok cewek SMA, panjangnya selalu ditampilkan di atas lutut (kenyataannya, serusak2nya sekolah di negara ini, rok anak SMA selalu panjang semampai :)).

Oke cukup curhatnya :malus
Kembali ke buku Menjadi Bintang

Saya tak mengenal penulis buku ini yang mengaku menjadi Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2008, Maaf, Saya Menghamili Istri Anda Sebagai Lamhot Simamora. Jadi dengan metode: Judge a book by its author, imo, buku ini kurang “menjamin” kiat yg ditawarkannya. Beda kalau yang nulis kiat menjadi artis terkenal yg nulis Dian Sastro :B Dedi Mizwar, El Manik etc, nama mereka lebih menjamin🙂. Sorry om Eddie, ini hanya opini subyektif saya.

Namun ketika saya mulai membalik halaman demi halaman, waow :matabelo buku ini bener2 luks. Banyak gambarnya, banyak fotonya, warna-warni pula :D… Disertai testimoni dari beberapa artis papan atas mengenai pengalaman mereka menjadi bintang buku ini perlahan menjungkir balikkan opini negatif saya.

Dari manajemen produksi film, sejarah organisasi perfilman hingga naskah kontrak artis ada dalam buku ini, lengkap. Saya katakan buku ini lengkap. Bagi anda yang awam tentang dunia hitam ini:ngakak, maksud saya dunia broadcasting ini, buku ini layak menjadi pengantar anda supaya tidak tersesat terlalu jauh, bahkan bila anda tersesat, anda masih bisa menghubungi kontak rumah-rumah produksi di halaman akhir buku ini (sumpah benar2 ada list kontak organisasi perfilman lho)…

Akhirnya saya bisa mengerti kenapa buku ini masuk daftar buku obralan di gramed: karena ndak laku (ya iyalah ). Lalu kenapa ga laku?
1. Penulisnya kurang “menjual” untuk menulis kiat menjadi bintang
2. Menurut pengamatan saya sbg detektif , kebanyakan yg pengen jadi bintang adalah ABG tapi sayangnya ABG jarang membaca buku maka buku ini ndak diperlukan bagi mereka :p

Kesimpulan : buku ini layak dibeli karena lagi obralan n bisa dijadikan ensiklopedia yang menghias rak buku anda🙂
Nilai: 3/5