Kamen Rider, Sebuah Catatan

Tiba-tiba saya teringat dan kangen (mungkin) dengan Kamen Rider aka Ksatria Baja Hitam. Saya suka sekali menonton serialnya, tiap sore🙂 meskipun itu harus nonggo karena dulu keluarga saya belum punya televisi berwarna. Bagian yang paling saya suka tentu saja saat Kotaro Minami melakukan henshin atau perubahan wujud dari manusia menjadi wujud Ksatria Baja Hitam.

 

Beberapa action figures sempat saya koleksi, namun sekarang tak jelas rimbanya. Bisa jadi sudah terbuang😦 …

Dan baru-baru ini saja saya menyadari jika serial ini juga merupakan promosi terselubung sepeda motor asal Jepang. Sebenarnya ga terlalu terselubung-terselubung amat sih karena jelas-jelas di serial itu menggunakan motor salah satu pabrikan motor besar asal negeri sakura. Kemudian dari judulnya sendiri adalah Kamen Rider alias pengendara motor bermasker/bertopeng.

 

 

 

Waktu kecil saya tergila-gila dengan Road Sector dan berharap punya motor seperti itu. Namun kini semua berubah…Sekarang yang saya inginkan adalah Belalang Tempur. Sumpah, pasti keren abis kalau bisa cosplay pake armornya KBH dan motornya Belalang Tempur. Niscaya anak-anak kecil di tepi jalan akan ngiler ketika melihat saya mengendarai motor dengan modif seperti itu :p …

Apapun yang terjadi (kayak lirik lagu aje), sekarang jumlah motor di Indonesia, terutama di Jawa, menurut saya sudah melebihi ambang batas. Bukan tidak mungkin karena keberhasilan kampanye bahwa “bermotor itu keren” yang disisipkan dalam film Ksatria Baja Hitam ini. Generasi yang nonton serial ini adalah anak-anak yang masa kecilnya berada di pertengahan dekade 90-an sampai menjelang akhir dekade tersebut. Salah satunya saya. Di mana saat itu film-film superhero yang bisa henshin sedang gencar-gencarnya. Kini, ketika anak-anak itu sudah berusia produktif, di atas 20 tahun, banyak anak-anak itu yang sudah bekerja dan dalam memorinya (mungkin) masih tersimpan hasrat bahwa “mengendarai motor itu keren”. Tentunya ini terlepas dari faktor kebutuhan. Cmiiw