Hoax yang Islami

By the way, Apa sih itu HOAX?

“A hoax is a deliberate attempt to dupe, deceive or trick an audience into believing, or accepting, that something is real, when in fact it is not; or that something is true, when in fact it is false. In an instance of a hoax, an object, or event, is not what it appears to be, or what it is claimed to be..”

http://en.wikipedia.org/wiki/Hoax

Terjemahan bebasnya sih berita palsu yang disebarkan lewat media-media dan berhembus cepat seperti kabar burung layaknya gossip, digosok makin sip.

Mengapa disebut hoax yang Islami?

Karena berita palsu tersebut berkaitan dengan Islam. Entah mengutip 1-2 ayat Qur’an, mengutip hadits ataupun terkait “mukjizat-mukjizat” lain yang terkesan berasal dari Islam. Tujuannya tidak jelas. Ada yang seolah membuat berita palsu tersebut untuk memotivasi umat Islam agar bangga akan identitasnya. Saya sendiri cenderung menanggapi berita palsu Islami sebagai upaya pembodohan umat Islam secara halus karena menjauhkan umat dari sumber-sumber primer agamanya yaitu Al Qur’an dan Hadits. Orang lebih menikmati “pelajaran” yang dibawa berita palsu tersebut, peduli amat jika kandungannya salah bahkan ternyata bertentangan dengan ajaran Islam sesungguhnya. Belajar agama Islam ya dari Qur’an dan Hadits, masak dari kabar yang gak jelas sumbernya.

Ada beberapa tipikal berita palsu/ hoax yang sering tersebar di internet, polanya seperti ini:

1. Seorang tokoh X masuk Islam (contoh: Neil Armstrong masuk Islam)

Mungkin tujuannya agar pemeluk agama Islam merasa menang dan bangga serta merasa besar. Strategi semacam ini dipakai dalam pola berpikir psychowar, karena memandang dakwah agama sebagai peperangan. Selain almarhum Neil, dicatut pula nama Wong Fei Hung adalah seorang muslim,Sidharta Gautama adalah nabi yang menyerukan ajaran Islam, hingga “tuduhan” bahwa Obama adalah orang Islam dan lain-lain.

Lebih lanjut mengenai kontroversi seputar Neil Armstron, saya sudah membahasnya di https://tumbuhkeatas.wordpress.com/2012/08/29/kontroversi-seputar-neil-amstrong/

2. Pembantaian umat muslim di…oleh…(contoh: foto-foto hoax pembantaian muslim di Thailand, Indonesia, dsb oleh agama lain, Israel, Amerika, pemerintah, dsb)

Tujuan:

a. untuk memancing emosi pemeluk agama Islam untuk jihad atau nyumbang

b. kampanye hitam terhadap kelompok SARA lain (biasanya agama lain atau ras tertentu).

Contoh-contoh lain gambar hoax Islami yang telah berhasil dibongkar dapat dilihat pada http://www.detikmaya.com/2012/07/pembantaian-muslim-di-burma-myanmar.html?m=1

3. Keajaiban Al Qur’an di…. (contoh: hoax bayi yang kulitnya bertuliskan ayat-ayat Al Qur’an secara alamiah, hoax bulan terbelah)

Tujuan: agar pemeluk agama Islam makin yakin dengan imannya

4. Umat beragama Y (biasanya agama yang dipandang sebagai ancaman) berlatih militer

Tujuan: konsolidasi internal dengan menciptakan musuh bersama

Sangat sedikit sekali orang yang mengecek kebenaran berita yang didengarnya, dilihatnya, atau dibacanya.

Pola berita hoax tersebut saya ambil dari tulisan di Kompasiana.

Melihat gencarnya berita hoax seperti ini, saya pribadi cenderung menilai bahwa yang menyebarkan berita palsu bukan hanya provokator yang anti Islam, tapi juga ada upaya apologetik membabi buta dari oknum umat Islam sendiri dalam menyebarkan berita seperti ini. Terbukti berita semacam ini sangat gencar disebarkan melalui  beberapa situs organisasi Islam.  Saya terus melakukan penelusuran dan hampir semua tulisan klaim tersebut bermula dari blog pribadi yang tentu saja kredibilitasnya sangat dipertanyakan (termasuk blog saya juga sih).

Hal yang paling memalukan adalah, berita-berita tersebut selalu di-copy paste-kan begitu saja sehingga berita-berita yang tersebar di berbagai macam situs umumnya sama hingga ke judul-judulnya. Selain itu, seringkali sumber tidak dituliskan. Kalaupun ada pasti juga berasal dari blogweb lain yang tidak jelas kredibilitasnya. Kebanyakan hoax memang bermula dari situs luar negeri yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Pesan penutup artikel:
1. Jika ingin belajar Islam, belajarlah dari sumber primer seperti Al Qur’an dan Hadits.

2. Belajarlah dari siapa saja, namun jangan ditelan mentah-mentah semua informasi yang diterima. Orang sekaliber ulama pun bisa saja teledor. Usahakan selalu melakukan cek dan ricek.

3. Jang jadi orang yang bebal, hanya karena perkataan Ulama A yang terkenal di televisi, sampai tidak mau menerima pendapat yang berbeda dari Ulama A tersebut.

4. Jika menerima informasi ilmiah, usahakan kroscek ke sumber yang kredibel dalam urusan ilmiah seperti jurnal akademik, situs perguruan tinggi, majalah sains yang sudah punya nama seperti National Geographic, situs NASA dsb.

5. Untuk situs Islam yang kredibel, kunjungi situs milik MUI, Al Azhar University dll