Apakah Adam adalah Manusia Pertama?

Saya jawab: mungkin saja.

Karena Adam sangat dikenal dalam ajaran agama Samawi dan saya adalah seorang Muslim yang selalu berusaha taat maka saya melakukan pembahasan berdasar Al Qur’an dan hadits serta kitab tafsir terkait.

Al Qur’an tidak pernah secara eksplisit mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama. Ayat ke-30 surat Al Baqarah (yang sering dikutip dalam konteks pembahasan Adam) hanya mengatakan bahwa Allah akan menjadikan khalifah di muka bumi dst. Di ayat yg lain seperti,

“Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah (32) : 7)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15) : 26)

Ayat dan hadits di atas tidak menjawab (bagi saya) apakah Adam itu manusia pertama atau bukan. Kesampingkan dulu masalah penafsiran oleh ulama (masih dalam proses mengumpulkan penafsiran-penafsiran).

Sekarang mari kita bertanya lagi (malu bertanya tersesat di jalan kan?), bagaimana proses penciptaan Adam selaku manusia pertama? Kita mendapat sekilas jawabannya dari ayat ke-7 surat As Sajdah di atas, bahwa manusia diciptakan dari tanah. Eits, tapi bukankah tidak disebut secara spesifik di situ nama Adam, hanya disebut manusia. Dan kita memperoleh penjelasan yang lebih khusus di hadits :

“Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari)

Dengan pengetahuan biologi tingkat SMA dan ayat terkenal yang sering dibaca saat malam Jum’at, “…kun fayakun…, Jadilah, maka jadilah!” kata Allah SWT, saya berpikir bahwa penciptaan Adam adalah proses abiogenesis dan generatio spontanea:

tanah liat >Allah berkehendak> manusia (Adam)

Kemudian, diceritakan pula proses penciptaan perempuan :

“Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam” (HR. Bukhari-Muslim)

Sekali lagi dengan pengetahuan biologi tingkat SMA, saya berpikir bahwa penciptaan perempuan adalah melalui proses kloning. Meminjam istilah perkembangbiakan tumbuhanm berarti diperbanyak secara vegetatif (tidak melibatkan proses perkawinan). Lalu di ayat yang lain dijelaskan:

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).

Biogenesis! Omne vivum ex vivo! Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain, termasuk manusia pasti berasal dari manusia lain.

Jadi proses penciptaan Adam adalah abiogenesis kemudian keturunannya adalah biogenesis.

out of the topic! Benar sekali. Sama sekali tidak menjawab dengan pasti apakah Adam manusia pertama atau tidak. Apa yang saya lakukan di atas sebenarnya hanyalah penggiringan opini dengan tanpa sadar mengasumsikan Adam sebagai manusia pertama.

Adam tidak pernah dinyatakan sebagai manusia pertama dalam Al Qur’an, mayoritas dari kitalah yang menganggap Adam sebagai manusia pertama. Apakah anggapan kita salah? Bisa jadi.

Penjelasan panjang lebar tinggi pake kutip ayat Qur’an dan hadits segala itu buat apa dong? Well, saya juga bingung buat apa.
Di akhir proses pembuatan artikel ini saya malah terpikir, buat apa sebenarnya memperdebatkan apakah Adam manusia pertama atau tidak? Bahkan dalam konteks agama pun, jika kita tidak percaya Adam adalah manusia pertama, kita tidak akan dicap kafir karena memang tidak ada doktrin semacam itu dalam rukun iman agama Islam.

Sudah sempat baca-baca tafsir beberapa surat yang saya sebut di atas, terutama surat Al Baqarah ayat ke-30. Tafsir yang saya baca adalah tafsir Ibn Katsir. Setelah membaca tafsir ayat 30 Surat Al Baqarah, saya jadi berpikir bahwa pada masa Ibn Katsir, perkara apakah Adam manusia pertama atau tidak bukanlah hal penting. Ibn Katsir sama sekali tidak melakukan penggiringan opini ke arah itu. Tidak ada pernyataan eksplisit bahwa arti khalifah dalam ayat tersebut merujuk ke manusia pertama yang menjadi kakek moyang manusia setelahnya. Ibn Katsir lebih menekankan penafsiran pada fungsi khalifah, definisinya serta keistimewaan Adam dibanding malaikat.

Tentu saja ini menimbulkan pertanyaan besar bagi kita umat Islam, darimana ide yang menyatakan bahwa Adam adalah manusia pertama? Jika ide manusia pertama adalah Adam berasal dari kisah-kisah Israiliyat yang beberapa diriwayatkan dalam hadist patut kita pertanyakan lebih jauh keshahihan hadist tersebut.

Entahlah, sebagai penutup, saya hanya ingin memperingatkan anda bahwa tulisan di atas hanyalah opini ngawur dari saya. Jika saya sudah menemukan sumber kajian tafsir agama yang lebih bisa menjelaskan duduk persoalan, saya akan merevisi tulisan ini.