Darwinian View of Life

Banyak orang mengira bahwa hukum rimba itu hanya menguntungkan bagi yang terkuat. Siapa yang kuat dia yang bertahan hidup. Siapa saja yang lemah siap-siap tergusur.

Saya tidak setuju. Hukum rimba, bahkan sistem sosial manusia pun tidak berlaku seperti itu.

Hukum rimba berlaku seperti yang dikatakan Darwin dalam bukunya Origin of Species,

It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change.

 

Kata Mutiara dari Pak Darwin

 

Lihatlah gambar di atas. Ternyata yang bisa hidup di atas batu, yang notabene tempat yang keras, ternyata adalah tanaman. Apalah arti tanaman jika kita sering mendengar penebangan pohon oleh manusia menyebabkan kerusakan hutan. Apalah arti kekuatan tanaman ketika berang-berang bisa dengan mudah menggerogoti batang kayunya yang berusia puluhan tahun dengan mudah? Tanaman bukanlah makhluk hidup yang terkuat dibanding manusia dan binatang. Tapi untuk masalah bertahan hidup, tanaman mengungguli kita manusia yang katanya merupakan “khalifah” di muka bumi.

Masih yakin bahwa hukum rimba hanya menguntungkan yang terkuat secara fisik?

Coba perhatikan, berapa jumlah macan/harimau Jawa yang tersisa saat ini? Bukankah harimau adalah simbol keperkasaan dan kekuatan? Bukankah harimau adalah raja hutan?

Harimau Jawa dalam Kenangan

 

Ternyata dia sudah punah. RIP

Kepunahan bahkan melanda makhluk hidup super kuat penguasa bumi di zaman dahulu. Dinosaurus dan mammoth adalah contoh yang baik untuk itu. Ancaman kepunahan terus mengiringi makhluk hidup yang sering kita jadikan simbol kekuatan: badak bercula satu, gajah sumatra, banteng baluran hingga orang utan.

Pelajaran pentingnya: Jangan congkak hanya karena anda kuat dan berotot besar!

Bagaimana dengan manusia sang khalifah fil ardi?

Sama saja. Jika tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat dia hidup, jangan harap bisa bertahan.

Anda mungkin menjadi yang terkuat, terganteng/tercantik, terpintar, dan terkaya. Tapi ketika virus flu menyerang, anda lumpuh seketika! Tidak ada artinya kekuatan anda, kekayaan anda, apalagi rupa anda. Anda akan takluk oleh virus, yang bahkan tidak jelas apakah dia hidup atau tidak.

Anda boleh saja congkak, menjadi yang terkuat dan tersehat, tapi siapa yang menjamin anda akan hidup sampai hari esok? Seekor nyamuk sudah cukup untuk membunuh anda dalam sekejap seperti kisah Fir’aun yang congkak.

Begitulah laku hukum rimba. Selalu ada perubahan. Karena perubahan adalah kepastian selain kematian.

Jangan takut untuk berubah. Namun jangan takut pula untuk bertahan. Responsiflah terhadap perubahan di lingkungan sekitar anda. Jadilah oportunis yang bermoral!