Katanya, Bangsa Kita Dulu Sangat Unggul

Seperti biasa, bagi saya anggapan umum seperti yang tertulis dalam judul di atas menimbulkan serentetan pertanyaan serius bagi saya.

Bangsa kita unggul dalam hal apa? Kapan? Ada pembandingnya sehingga bisa dikatakan unggul? Bangsa yang mana?

Dan, ada beberapa hal yang biasanya dijadikan objek keunggulan tersebut. Berikut pembahasannya:

1. Majapahit

Benar, kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan besar yang pernah ada di wilayah nusantara. Bahkan mungkin yang terbesar. Tapi jika dibandingkan dengan luas “negara” lain yang ada pada era yang sama dengan Majapahit, luas Majapahit bukanlah yang terbesar. Contoh “negara” lain yang punya luas wilayah sangat besar: Kekhalifahan Turki Ustmani, wilayahnya membentang dari benua Asia dan sebagian Eropa. Atau kekaisaran China, wilayahnya adalah separuh benua Asia.

Dari sisi lama hidup, Majapahit juga hanya bertahan sekitar 3 abad, bandingkan dengan Kekhalifahan Turki Ustmani yang bisa bertahan hampir 8 abad. Apalagi Kekaisaran China, lebih lama lagi.

Dari sisi peradaban, apa yang ditinggalkan Majapahit? Bahasa? Cuma dipakai di daerah Jawa. Pakaian? Sudah mulai lenyap di Jawa. Bangunan? Candi-candi Majapahit ukurannya relatif mini dibanding bangunan hasil peradaban lain yang sezaman. Agama? Tersingkir oleh penyebaran agama resmi dari Kekhalifahan Turki Ustmani.

Apalagi jika saya membandingkannya dengan peradaban Mesir kuno, Yunani, dan peradaban lain yang sudah eksis sejak sebelum Masehi tapi masih meninggalkan pengaruh besar hingga masa kini, akan semakin kecil penampakan Majapahit.

2. Borobudur

Kapan Borobudur dibangun? Sekitar abad ke-9 Masehi. Kapan Piramid dibangun? Zaman sebelum Masehi.

Saya tidak akan menyangkal bahwa Borobudur memang salah satu keajaiban dunia. Tapi jangan bangga berlebihan dulu.Untuk ukuran Asia Tenggara, Borobudur memang merupakan salah satu bangunan kuno terbesar yang pernah ada. Tapi untuk level dunia? Masih ada piramida di Mesir, masih ada tembok besar China yang justru dibangun jauh sebelum era Borobudur diperkirakan dibangun.

Bagaimana dengan daya tahan konstruksinya? Jika anda sempat berkunjung ke kompleks candi Borobudur, luangkan waktu untuk berkunjung ke museumnya dan anda akan tahu bahwa candi Borobudur yang kita lihat “utuh” saat ini sebenarnya merupakan hasil proses rekonstruksi dari puing-puingnya yang sudah berserakan di sekitar lokasi Borobudur. Artinya, Borobudur sudah lama hancur! Dan jika anda jeli, anda akan melihat pada banyak batu penyusunnya terdapat titik berwarna putih keabu-abuan, yang berarti batu tersebut adalah batu buatan masa kini yang digunakan dalam rekonstruksi karena batu penyusun aslinya tidak ditemukan.

Ilustrasi Rekonstruksi/Pemugaran Candi

3. Phinisi

Perahu phinisi adalah salah satu warisan nusantara yang harus dilestarikan. Itu benar. Phinisi, menurut pakar sejarah pernah dipakai nenek moyang kita untuk berlayar hingga ke Madagaskar nun jauh di sana. Jadi Phinisi itu kapal yang tangguh.

Tapi, sekali lagi tapi, masih ada yang lebih tangguh. Kapal-kapal yang justru menjadi pelopor dalam membuktikkan bumi itu bulat, pencarian dunia baru atau dengan kata lain menjadi pelopor dalam mengelilingi bumi dan berhasil justru kapal-kapal dari bangsa Portugis, Spanyol dan Itali. Tentu kita sudah sering mendengar keberhasilan Magelhan yang berhasil membuktikkan bahwa bumi itu bulat. Atau Amerigo Vespucci dan Columbus yang berhasil menemukan rute pelayaran ke dunia baru alias benua Amerika.

 

Well, sebenarnya masih ada objek yang sering dijadikan bahan kebanggaan berlebihan oleh masyarakat (kali lain saya tambahkan). Overrated. Dan masih banyak pula oknum yang sangat hipokrit menjual “kebanggan semu” tersebut untuk kepentingannya sendiri (baca: politikus, selebritis dll). Mengaku nasionalis, tapi ndak belajar sejarah. Mengajak melestarikan warisan nenek moyang tapi ndak bisa bahasa daerahnya. Ironis.