Mengapa Langit Berwarna Biru?

Mengapa Langit Berwarna Biru?

Ah siapa bilang? Itu kan kata orang Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia, yang melihat langit di siang hari cerah tanpa awan. Coba tanya ke orang Inggris yang menggunakan bahasa Inggris, mereka pasti menyebutnya, “Sky is so blue”.

Tapi kan maksudnya sama?!

Iya benar maksudnya sama. Dari sini kita bisa mengambil satu pelajaran penting, bahwa langit berwarna biru itu juga soal kesepakatan manusia, entah terjadi secara sengaja atau tidak. Jikalau dimasa yang akan datang ada musyawarah besar tentang perubahan penyebutan warna langit diganti menjadi hijau dan semua orang sepakat, maka dengan sendirinya langit menjadi tidak biru lagi.

Selain daripada itu, kita juga harus mempertimbangkan kondisi mata manusia yang bisa jadi berlainan. Tanpa mata yang berfungsi dengan baik, tentu kita tidak bisa melihat warna langit sebagaimana yang kita sebut dengan biru. Orang yang menderita buta warna tentu tidak bisa melihat apa yang orang dengan mata normal lihat sebagai warna biru langit. Apalagi orang yang matanya terpejam atau sedang memakai kacamata kuda!

Lalu bagaimana dengan penjelasan a la IPA-nya? Mengapa warna langit tampak pada mata sebagian besar manusia sebagai warna yang kita sepakati dengan kata biru?

Yah akhirnya sampai juga pada pembahasan konvensional kuno mengenai langit yang berwarna biru. Bahkan, pertanyaan-jawaban mengenai langit yang berwarna biru ini sudah menjadi adegan populer, dimana orang yang bisa menjelaskan alasan dibalik birunya langit identik dengan kepandaian dalam ilmu alam.

Tapi saya sedang tidak mood untuk membahasnya :p . Toh di luar sana juga bertebaran penjelasan soal ini. Jadi lain kali sajalah saya bahas soal ini.