Antara hadist dan mitos.

Tahukah anda ada banyak mitos yang dipercaya sebagai ajaran Islam?

Berikut uraiannya.

1. Nabi memelihara kucing yang diberi nama Muezza

Memang ada riwayat yang menyebutkan bahwa tidak memberi makan kucing hukumannya sangat berat. Ada pula hadist yg menyatakan bahwa kucing bukanlah hewan najis. Termasuk air bekas minum kucing juga bisa digunakan untuk berwudhu.

Namun tidak pernah saya temui hadist yang menyinggung bahwa nabi pernah memelihara kucing dan kucing tersebut bernama Muezza. Apakah pembaca punya sumber yg bisa dipertanggungjawabkan (Qur’an, hadist)?

 

2. Wanita hamil mengundang ular masuk rumah.

Pernah dengar atau membaca kisah ular yang masuk ke rumah ketika penghuni rumah ada yang hamil? Entah kenapa cerita tersebut banyak dikaitkan dengan hadist berikut:

Janganlah membunuh ular penghuni rumah kecuali ular yang pendek ekornya dan mempunyai dua garis putih yang ada di punggung ular tersebut karena ia dapat menggugurkan kandungan dan membutakan mata. Bunuh-lah ular itu,” (HR Bukhari [3311]).

Pertama, wanita hamil tidak mengundang ular masuk ke rumah anda. Sama sekali tidak ada dasar ilmiahnya. Kedua, kalau ada ular liar masuk ke rumah, pasti anda akan bersikap waspada. Mau ada orang hamil atau tidak, anda pasti punya kecenderungan untuk mengusir ular yang masuk ke rumah anda. Bahkan mungkin anda cenderung ingin untuk membunuhnya.

3. Berhubungan intim di malam Jumat pahalanya seperti membunuh orang kafir

Cerita ini sangat populer di kantor saya. Tiap hari Kamis, kami yang sudah menikah sering dianjurkan (mungkin lebih tepatnya digoda) agar berhubungan intim malam hari nantinya. Jika kami melakukan hubungan intim di malam Jum’at, diyakini akan ada keutamaan dan pahalanya seperti membunuh orang kafir. Bahkan, bukan hanya membunuh satu orang kafir tetapi 40 orang kafir.

Ya, memang ada beberapa hadist yang menerangakan keutamaan beribadah di hari Jumat. Namun hadist yang secara spesifik menganjurkan agar kita nge-seks di malam Jum’at dan menyamakan pahalanya dengan membunuh orang kafir, saya belum pernah menemuinya. Lagi pula, masa iya ada ajaran Islam yang mengukur nilai ibadah dengan pembunuhan? Sebisa mungkin saya tidak ingin membunuh manusia, kafir atau tidak manusia yang harus saya hadapi. Kecuali dalam keadaan sangat terpaksa.

 

Familier dengan mitos-mitos di atas? Punya bahan untuk membantahnya? Atau punya mitos yang berkedok ajaran agama Islam yang lain?

Saya tunggu komentar anda!