(Jika) Menulis Itu Senikmat Melahap Bakso

Bakso itu makanan sejuta umat di Indonesia. Dari anak-anak, pemuda, orang tua dan yang sok tua pasti mengenal bakso dan pernah memakannya minimal sekali seumur hidupnya. Oke, nampaknya terlalu lebai. Dan bukan itu esensinya. Jadi silahkan ganti bakso dengan makanan favorit masing-masing, bisa pecel, rendang, siomay, soto dll. Pokoknya makanan favorit anda yang tidak akan pernah bosan anda santap berulang kali.

Ketika kita melahap makanan favorit yang rasanya maknyus, ada momen tarik ulur antara ingin melahapnya lambat-lambat karena khawatir makanan cepat habis. Namun kita juga merasakan ingin makan cepat-cepat karena ternyata organ-organ pencernaan kita, terutama lidah sang indra perasa, bekerja lebih giat.

Kira-kira seperti itulah kenikmatan yang saya inginkan saat saya menulis.

Lalu saya berikhtiar, kalau saya cari bakso yang enak, saya akan pilih-pilih dimana warung bakso yang terlihat mantap dan punya reputasi baik, Setelah sekian lama mencari, akhirnya melalui sebuah poster di perpustakaan, saya menemukan warung yang sering saya dengar namanya namun belum pernah mencobanya.

Warung tersebut bernama FLP alias Forum Lingkar Pena. Warung yang sudah punya cabang (katanya) di seluruh nusantara bahkan di manca negara. Dan saya berkesempatan mencobanya di warung FLP Yogyakarta. Tidak ada salahnya mencoba, bukan?

Tapi tentu saja tidak ada makanan yang gratis. Anda harus tetap bayar. Dan mungkin cukup menguras kantong (bagi mereka yang masih pelajar/mahasiswa). Namun demi suatu pengalaman dan ilmu (halah!), maka bolehlah anggaran lain dipotong. Dan saya harus berebut dengan calon pembeli lain. Bukti betapa bagusnya reputasi warung bernama FLP ini. Jadi, masih bertanya apakah ada yang lebih bagus dari FLP? Kalau yang lebih mahal kayaknya banyak.

Dan terbukti, FLP bukan warung sembarang warung. Anda harus mengirim CV disertai esai motivasi kenapa ingin mencoba “bakso” di warung FLP. Dari awal pengunjung sudah diseleksi, siap tidaknya menyantap hidangan dari FLP. Saya pun khawatir, jangan-jangan tidak siap. Atau jangan-jangan citarasa bakso di FLP tidak sesuai dengan selera saya. Perasaan seperti itu saya tepikan dulu. Jadi, saya coba jalani saja dulu.