Updates from August, 2014 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Irwanto Ali 3:25 p08 on August 16, 2014 Permalink | Reply
    Tags: , hamil, jumat, kafir, mitos, seks, ular   

    Antara hadist dan mitos. 

    Tahukah anda ada banyak mitos yang dipercaya sebagai ajaran Islam?

    Berikut uraiannya.

    1. Nabi memelihara kucing yang diberi nama Muezza

    Memang ada riwayat yang menyebutkan bahwa tidak memberi makan kucing hukumannya sangat berat. Ada pula hadist yg menyatakan bahwa kucing bukanlah hewan najis. Termasuk air bekas minum kucing juga bisa digunakan untuk berwudhu.

    Namun tidak pernah saya temui hadist yang menyinggung bahwa nabi pernah memelihara kucing dan kucing tersebut bernama Muezza. Apakah pembaca punya sumber yg bisa dipertanggungjawabkan (Qur’an, hadist)?

     

    2. Wanita hamil mengundang ular masuk rumah.

    Pernah dengar atau membaca kisah ular yang masuk ke rumah ketika penghuni rumah ada yang hamil? Entah kenapa cerita tersebut banyak dikaitkan dengan hadist berikut:

    Janganlah membunuh ular penghuni rumah kecuali ular yang pendek ekornya dan mempunyai dua garis putih yang ada di punggung ular tersebut karena ia dapat menggugurkan kandungan dan membutakan mata. Bunuh-lah ular itu,” (HR Bukhari [3311]).

    Pertama, wanita hamil tidak mengundang ular masuk ke rumah anda. Sama sekali tidak ada dasar ilmiahnya. Kedua, kalau ada ular liar masuk ke rumah, pasti anda akan bersikap waspada. Mau ada orang hamil atau tidak, anda pasti punya kecenderungan untuk mengusir ular yang masuk ke rumah anda. Bahkan mungkin anda cenderung ingin untuk membunuhnya.

    3. Berhubungan intim di malam Jumat pahalanya seperti membunuh orang kafir

    Cerita ini sangat populer di kantor saya. Tiap hari Kamis, kami yang sudah menikah sering dianjurkan (mungkin lebih tepatnya digoda) agar berhubungan intim malam hari nantinya. Jika kami melakukan hubungan intim di malam Jum’at, diyakini akan ada keutamaan dan pahalanya seperti membunuh orang kafir. Bahkan, bukan hanya membunuh satu orang kafir tetapi 40 orang kafir.

    Ya, memang ada beberapa hadist yang menerangakan keutamaan beribadah di hari Jumat. Namun hadist yang secara spesifik menganjurkan agar kita nge-seks di malam Jum’at dan menyamakan pahalanya dengan membunuh orang kafir, saya belum pernah menemuinya. Lagi pula, masa iya ada ajaran Islam yang mengukur nilai ibadah dengan pembunuhan? Sebisa mungkin saya tidak ingin membunuh manusia, kafir atau tidak manusia yang harus saya hadapi. Kecuali dalam keadaan sangat terpaksa.

     

    Familier dengan mitos-mitos di atas? Punya bahan untuk membantahnya? Atau punya mitos yang berkedok ajaran agama Islam yang lain?

    Saya tunggu komentar anda!

    Advertisements
     
  • Irwanto Ali 3:25 p08 on August 2, 2014 Permalink | Reply
    Tags: cosplay, najis, sholat   

    Najis? Bersihkan! Lalu Segera Sholat. 

    NAJIS LO!

    Seringkali saya menemui kondisi yg tdk mendukung untuk menunaikan sholat wajib. Kondisi yg saya maksud adalah :

    -Pakaian terkena najis,
    -Basah kuyup terkena hujan,
    -Pakaian yg dikenakan tidak pantas untuk dikenakan di masjid (pakaian karnaval, celana jeans yg bolong2, pake celana pendek habis maen futsal, pakaian robek2 karena habis bertarung melawan penjahat :p), dll.

    Hal-hal yg seperti saya tulis di atas sering kali membuat saya menemukan alasan untuk tdk sholat (dan beberapa teman saya jg sering mengemukakan alasan yg serupa)… Astaghfirullah al adzim… Begitu kelam hidup saya dulu…

    Tapi semua berubah saat negara api menyerang 😀 …

    Ketika saya renungkan lagi, alasan seperti di atas bisa kita siasati sehingga kita tidak meninggalakan kewajiban sholat… Lagian orang Islam macam apa kita yg menomor-tigakan sholat… Padahal sholat kan nomor dua :p

    Mari kita lanjutkan catatan hati ini 😀
    Untuk pakaian yg terkena najis, ya memang sebaiknya kita cegah sebisa mungkin agar tidak terkena najis. Tapi manusia berencana dan berusaha, Tuhan yg menentukan.
    Contoh kasus:
    -Kita bantu ngangkat korban kecelakaan di jalan… Dan, darahnya menempel di baju anda yg putih membikin baju putih menjadi warna merah dan putih, MERDEKA! Eh salah… harusnya: NAJIS!
    Dan karena kejadian tersebut anda mendadak relijius, teringat malaikat Izrail, mungkin aja nama anda adalah target selanjutnya………………………………initinya, anda ingat belum sholat…

    Solusi:
    1. Cari laundry-an terdekat, copot celana anda lalu cuci sampe darahnya hilang. Bila noda membandel, pakai Rins*. Keringkan lalu pakai dan segera wudhu lalu sholat.
    Nb: cara ini tdk dianjurkan karena saya memakai asumsi bhw ketika celana yg terkena najis anda lepaskan, anda masih mengenakan sesuatu yg masih menutupi aurat anda. Karena jika tdk, anda bakal terkena pasal pornoaksi. Lagian jika anda masih punya sesuatu yg menutupi aurat, ngapain pake cuci-mencuci segala, langsung saja sholat. Gitu aja ko repot.

    Serius mode, klo emg terpaksa banget, cukup basuh area di pakaian yg terkena najis. Semaksimal mungkin usahakan najisnya hilang. Klo najisnya, berupa noda, berwarna dan berbau macam darah, maka usahakan noda/warna/baunya hilang. Klo susah, ya basuh saja dgn air.
    Klo najisnya merata di semua permukaan pakaian kembali ke Nb di atas ato lanjut ke solusi no 2.

    2. Jika cara nomor satu anda rasa tidak mungkin dilakukan, mungkin cara ini lebih manusiawi untuk dilakukan: segera cari masjid terdekat lalu cari takmir masjid tsb dan pinjam pakaian yg bisa anda pakai sementara untuk sholat. Karena kalau anda pakai seterusnya, berarti anda harus beli, syukur2 klo dikasi gratis karena mungkin (maaf), anda dianggap pembunuh yg mau tobat.
    Cara ini bisa dipake juga utk anda yg mungkin sedang memakai pakaian yg tdk RELEVAN utk sholat, misal: anda sedang cosplay kamen rider, ato yg cewek lagi cosplay suster ngesot/ sundelbolong, hbs main futsal dan pake  celana pendek, ato bagi mereka yg hbs dugem/mangkal dan masih pake rok mini namun tiba2 anda mendapat hidayah dan teringat sholat (who knows?).

    Penting utk diingat, bhw ketika meminjam pakaian dari takmir masjid, PASTIKAN meminjam pakaian yg sesuai dgn jenis kelamin anda! Karena nabi junjungan kita bersama sangat membenci crossdressing (gugling klo gak tau arti istilah ini), apapun alasannya.

    Terakhir, selalu ingatlah bahwa meninggalkan sholat tdk melulu karena ada niat dari pelakunya, tapi jg karena ada KESEMPATAN dan anda menemukan ALASAN utk tdk sholat…
    WASPADALAH…WASPADALAH!*

    *credit utk Bang Napi ato siapapun yg menciptakan kalimat tsb.

    Sorry, bukannya apa, bg yg non muslim mungkin kesulitan ngebayangin gimana bingungnya sholat tp pakaian yg kita kenakan itu najis. Jadi itu kayak kita lapar, makanan uda siap tp pakaian n tangan kita kotor belepotan ludah, darah, air seni, lumpur, dll.

    Tunda sholat? gak mungkin…

     
  • Irwanto Ali 3:25 p08 on August 7, 2013 Permalink | Reply
    Tags: idul fitri, konvoi, malam takbir, mercon, , , , takbiran   

    Mercon, Petasan, Konvoi Takbiran, Takbiran Muter Kaset Sepanjang Malam dan Idul Fitri. 

    Saya langsung bantah judul yang saya tulis di atas, ndak ada relevansinya!
    Lalu mengapa mercon, petasan dan kembang api identik dengan bulan puasa dan Idul Fitri? Kata guru bahasa Inggris saya, ya karena yang jualan petasan dan kembang api baru ada ketika bulan puasa dan ada konsumennya (baca: anak-anak yang sedang liburan sekolah).

    Tapi jawaban dari guru tersebut tetap saja tidak memberikan penjelasan mengapa si penjual petasan dan kembang api harus jualan di bulan puasa, bukankah ada liburan yang lain? Kapan hal ini bermula?

    Saya tidak tahu.

    Bagi saya petasan itu sama sekali tidak ada unsur hiburannya. Bahkan cenderung sangat berbahaya. Lebih gila lagi yang memainkannya adalah anak-anak. Terakhir saya mendengar berita seorang pemuda desa mati terkena ledakan mercon yang sedang dibuatnya sendiri. Lebih dari itu rumahnya rusak parah akibat ledakan. Saya bertanya dalam hati, dia buat mercon apa bom? Kalau yang sudah dikatakan usia pemuda saja bisa mati karena kecerobohannya dalam bermain petasan, bagaimana dengan anak-anak? Duh Gusti, salah apa bangsamu ini sampai bahan peledak dibuat mainan.

    Kembang api okelah masih bisa ditonton karena menghasilkan warna-warni yang indah mempesona. Tapi tetap saja ada usia minimal bisa memainkannya. Orang tua seharusnya mendampingi anak-anak mereka yang bermain kembang api. Bukan malah asyik tadarusan pakai pengeras suara! Menjaga anak lebih wajib oii!

    Dan tentu saja puncaknya adalah malam Idul Fitri. Entah mengapa saya terbayang suasana perang Salib! Takbir berkumandang dimana-mana meski cuma suara kaset (ironis). Bedug ditabuh layaknya genderang perang (emang ada ajaran malam takbir suruh nabuh bedug?).
    Ababil (dan orang tua labil) konvoi pakai motor dengan suara mesin dan knalpot yang bisa mencapai 100 desibel lebih. Mungkin biar terinspirasi jihad di Palestina di bawah desingan peluru kali sehingga takbirannya lebih khusyuk. Entahlah, saya sebagai Muslim saja kadang takut mau keluar rumah di malam Idul Fitri, apalagi yang nonMuslim.

    Ketika di tempat lain orang-orang labil sibuk membakar uang (baca: mainan mercon), dan buang-buang bensin (baca: yang ikut konvoi) yang katanya sudah semakin mahal, masih ada lagi keributan di tempat yang seharusnya menjadi tempat paling suci, masjid. Yah, ribut masalah pembagian zakat! Ironis.

    Padahal saya yakin, banyak di antara kita yang ingin merayakan kemenangan dengan khidmat, khusyuk mengumandangkan takbir atau mungkin ingin menyalurkan zakatnya dengan santai. Saya yakin juga sebagai Muslim kita berdosa karena gagal melindungi warga minoritas non Muslim yang hidup berdampingan dengan kita. Kita gagal melindungi hak-haknya untuk beristirahat dengan tenang, merasa aman dan damai hanya karena ulah sebagian saudara seiman kita yang tidak tahu aturan main.

    Semoga kalimat “Islam rahmatan lil alamin” bukan sekedar jargon ketika bersyiar, tapi terimplementasi nyata dalam kehidupan kita. Amiin.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel